Kerjasama Huawei dengan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, upaya kebangkitan industri pariwisata dan kreatif Indonesia

Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) telah menandatangani nota kesepahaman dari Huawei sebagai bentuk kerja sama.

Kerjasama Huawei dengan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, upaya kebangkitan industri pariwisata dan kreatif Indonesia

Keduanya telah bekerja sama untuk mempercepat pemulihan ekonomi, meningkatkan talenta digital, dan mendorong bisnis untuk merevitalisasi pariwisata dan ekonomi digital sebagai tulang punggung ekonomi dan mesin kemajuan ekonomi Indonesia.

Kerjasama-Huawei-dengan-Kementerian-Pariwisata-dan-Industri-Kreatif,-upaya-kebangkitan-industri-pariwisata-dan-kreatif-Indonesia

Baca juga:
– Tablet rasa laptop, berapa harga Huawei MatePad di Indonesia?
– Berapa harga Huawei MateBook D14 dan MateBook D15 dengan desain mewah di Indonesia?
– GoFood dan Kemenparekraf menyampaikan pentingnya Prokes kepada ribuan mitra bisnis
– GoFood dan Kemenparekraf membawa pentingnya protokol kesehatan kepada ribuan mitra

MoU ditandatangani oleh Ni Wayan Giri Adnyani, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, dan Ken Qi, Vice President, Chairman of the Board, Huawei Indonesia.

Penandatanganan MoU disaksikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno

, Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, dan Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Sandiaga mengakui peran penting Huawei dalam mendorong pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi di masa depan.

“Huawei memainkan peran kunci dalam menghubungkan tujuan wisata dan pusat industri kreatif dengan layanan digital. Ekonomi digital kita akan menjadi tulang punggung, sedangkan industri kreatif kita akan menjadi mesin revitalisasi ekonomi Indonesia,” kata Menteri Sandiaga.

“Melalui MoU ini, bersama-sama kita dapat mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih berdaya saing, unggul dan tangguh. Kita harus bertindak cepat (Gercep), mendekat bersama (Geber) dan menggali semua potensi (Gaspol). Menciptakan lapangan kerja melalui adaptasi, inovasi, dan kolaborasi sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo untuk membangun tatanan ekonomi baru Indonesia berbasis usaha mikro dan kecil dan menengah, digitalisasi dan konektivitas. masa depan yang lebih cerah bagi Indonesia dan Huawei,” kata Menteri Sandiaga.
Didukung oleh GliaStudio

Tahun ini, kementerian bertujuan untuk menciptakan lebih dari 1,1 juta pekerjaan di industri pariwisata dan kreatif.

Senada dengan Menteri Sandiaga, Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia, mengatakan bahwa digitalisasi telah mempercepat perubahan di semua sektor Indonesia, termasuk sektor pariwisata dan industri kreatif.

“Kerjasama yang meningkat melalui MoU ini akan mendorong pengembangan talenta digital

dari mereka yang bekerja di ekosistem pariwisata dan industri kreatif. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian atas dukungannya yang berkelanjutan dan kerja sama yang erat dengan Huawei. Huawei juga akan meningkatkan kapabilitas startup digital di bidang pariwisata dan industri kreatif melalui pendampingan, inkubasi, penskalaan, koneksi, dan penyelarasan dengan pemodal ventura melalui program Huawei Spark untuk meningkatkan dukungan bagi kematangan dan keberlanjutan ekosistem,” kata Jacky.

Diluncurkan tahun lalu, program Huawei Spark juga berfokus pada pengembangan hub startup, dengan tujuan utama merekrut startup potensial untuk program akselerator Spark dan membentuk beberapa di antaranya menjadi scale-up untuk mendukung percepatan pertumbuhan startup di Indonesia.

Jacky menambahkan, “Ke depan, Huawei ingin berkontribusi lebih banyak untuk Indonesia karena kami telah menjadi bagian dari Indonesia sejalan dengan komitmen I Do Huawei dengan empat pilar: I Do Create, I Do Care, I Do Contribute, dan I Do Collaborate. secara konsisten memberikan kontribusi nilai untuk membangun Indonesia yang terhubung sepenuhnya, siap 5G, lebih cerdas, digital, hijau, dan indah.”

Sebagai bagian dari komitmen ini, Huawei telah membina lebih dari 58.000 talenta digital dari target 100.000 pada tahun 2025. Bersama Huawei dan mitra strategisnya, Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi untuk mengatasi berbagai isu strategis di bidang digital. pengembangan, seperti pengembangan penelitian (open data dan link and match), pengembangan program inkubasi pendidikan (kurikulum, pelatihan tidak formal dan saran teknis), opsi pendanaan dan pembiayaan (program pembiayaan,
Interaksi dengan lembaga keuangan/investor dan literasi), penyediaan infrastruktur, pengembangan sistem pemasaran, promosi kekayaan intelektual dan perlindungan kreativitas.

Menindaklanjuti MoU, Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif dan Huawei akan membentuk gugus tugas bersama

Baca Juga :

https://aprikalsel.co.id/