Angkringan ini berhasil meningkatkan penjualan hingga 50 persen dengan menggunakan teknologi digital

Pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci penting bagi perkembangan pelaku bisnis di masa sekarang. Jangan lewatkan toko kuliner seperti Angkringan untuk mendongkrak penjualan.

Menjadi pelaku ekonomi yang kreatif dan adaptif merupakan salah satu kunci penting bagi pertumbuhan perusahaan, terutama bagi industri kuliner yang menghadapi cukup banyak tantangan di masa pandemi.

Angkringan ini berhasil meningkatkan penjualan hingga 50 persen dengan menggunakan teknologi digital

Angkringan-ini-berhasil-meningkatkan-penjualan-hingga-50-persen-dengan-menggunakan-teknologi-digital

Baca juga:
– Youtap meluncurkan belanja Stock dan PHP, layanan apa itu?
– Kerja sama antara Bank Mandiri dengan Youtap Indonesia, mendorong penerapan QRIS
– YouTap bermitra dengan Bank Mandiri untuk mempromosikan perbankan digital bagi para pelaku bisnis
– Solusi UMKM Indonesia, Youtap hadirkan layanan tablet enterprise

Begitu pula Alif Rachmat, 25 tahun, pedagang angkringan asal Tasikmalaya

, Jawa Barat, yang gigih dan optimistis mencari cara meningkatkan penjualan hingga 50% saat bisnis stagnan.

Perusahaan yang diberi nama Angkringan Pak Rachmat ini tumbuh dari ketertarikan Alif menjelajahi Yogyakarta, kota yang menawarkan budaya dan keramahan bagi siapa saja yang berkunjung. Berangkat dari rasa penasaran dan coba-coba, akhirnya ia mencoba membawa cita rasa khas Jawa ke Tanah Air di awal tahun 2020 melalui usahanya mendirikan Angkringan di dekat sebuah universitas ternama di Tasikmalaya.

Kehadirannya pun disambut dengan antusias yang tinggi dari berbagai kalangan

, mulai dari mahasiswa hingga bapak-bapak hingga keluarga. Namun, tidak lama kemudian kasus pertama COVID-19 mulai muncul, sebelum pembatasan kegiatan masyarakat berskala besar akhirnya diberlakukan.

“Saat pertama kali membuka toko Angkringan ini kami sangat terkejut menghadapi pandemi. Awalnya kami bingung bagaimana cara melanjutkan usaha tersebut. Namun kami melihat antusias pelanggan yang cukup baik di awal karena ukurannya yang kecil Dengan banyaknya toko Angkringan di kota Tasikmalaya, kami masih optimis untuk melanjutkan usaha. Kami memeras otak. Secara operasional, kami tetap membuka usaha sesuai dengan peraturan pemerintah saat itu. Dari awal kami mulai pada pukul 16:00. hingga 12:00 siang. selama masa PPKM kita hanya buka sampai jam 9 malam saja,” kata Alif.

Semangat dan optimisme salah satu pelaku bisnis baru ini membuat mereka ingin belajar dan memahami tren di masyarakat, khususnya tren pasar di dunia kuliner.
Didukung oleh GliaStudio

Di bulan kelima, ia mengamati tren pasar yang bergeser ke arah digital, mulai dari pembayaran digital, tampilan menu digital, hingga manajemen keuangan atau kasir digital. Ketika Alif mengetahui tren tersebut, akhirnya ia memutuskan untuk go digital dengan Aplikasi Bisnis Youtap.

“Ketika new normal mulai berlaku saat itu, saya melihat ada berbagai perubahan perilaku yang dilakukan masyarakat untuk memutus mata rantai penularan virus, mulai dari pembayaran nontunai hingga pergeseran tren tampilan menu ke arah menu digital atau elektronik. Saya juga sudah tahu tentang Youtap sejak Juni 2020. Akhirnya saya coba pakai gratis selama sebulan,” kata Alif.

Selain itu, keputusan Alif untuk menggunakan layanan digital juga membantunya mengatur dan mengatur keuangan usahanya. Memiliki fitur yang mencakup analisis produk mana yang paling laris dan laris setiap bulannya dapat mendukung strategi bisnis ke depan. Kini Angkringan Pak Rachmat bisa mencatat 120.000.000 hingga 140.000 transaksi setiap bulannya.

“Saat bisnis ini mulai berkembang, saya cukup pusing ketika melihat catatan keuangan yang berantakan dan serba manual. Ketika ada 20+ pesanan hanya dalam satu hari, saya mengalami banyak kesulitan mengatur dan mengelola faktur kertas yang tersebar. Satu orang Daftarnya bisa sangat panjang karena setiap sate atau gorengan yang tertelan ditulis secara individual/per item. Ini juga yang mendorong saya untuk bergabung menjadi trader Youtap. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya fungsi pelaporan keuangan digital untuk analisis yang cerdas,” tambahnya Alif.

Strategi lain yang diterapkan adalah dengan menghadirkan inovasi suasana dan pilihan menu angkringan, seperti: B. Menghadirkan suasana ala kafe dan memberikan rasa makanan pedas yang konsisten.

Tak hanya itu, ayah satu anak ini juga berinovasi kepada pelanggannya dengan menawarkan layanan pesan online melalui fitur PHP (Pesan dari Seluler) Youtap dan ia menawarkan Tasik kepada pelanggannya di wilayah tersebut.

Baca Juga :

https://relawanfilantropi.id
https://polres-gowa.id
https://ipcportequipment.co.id
https://dprdkabprobolinggo.id